Tim Peneliti PNL dan BRIN Gelar FGD Penelitian Fundamental Bahas Penyiapan Material Heat Pipe Tahan Radiasi
Lhokseumawe, 18 Juni 2026 – Tim Peneliti Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Fundamental Tahun 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan penelitian yang didanai melalui Program BIMA Skema Penelitian Fundamental Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan ini mengangkat tema “Kajian Sambungan Las Cu–SS316L untuk Heat Pipe Tahan Radiasi dalam Mendukung Kemandirian Sistem Energi Berbasis Teknologi Termal”.
FGD yang berlangsung pada tanggal 18–19 Juni 2026 ini dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe, Hamdani, yang menyampaikan apresiasi terhadap upaya tim peneliti dalam mengembangkan riset fundamental yang mendukung penguatan kapasitas penelitian dan pengembangan teknologi strategis nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim peneliti yang terdiri atas Azwinur, S.T., M.T., Usman, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Surya Dharma, S.T., M.T., dan Dr. M. Hadi Kusuma, S.T., M.T. sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan penelitian tahun kedua. Untuk memperkuat arah penelitian, FGD menghadirkan narasumber dari Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, Organisasi Riset Tenaga Nuklir, BRIN, yaitu Dr. M. Hadi Kusuma, S.T., M.T. dan Muhammad Yunus, S.Si., M.T.
Fokus utama diskusi diarahkan pada penyiapan material dan strategi karakterisasi sambungan las Cu–SS316L agar hasil pengujian yang diperoleh dapat merepresentasikan kondisi operasi heat pipe yang sesungguhnya. Topik ini menjadi sangat penting karena penelitian tidak hanya bertujuan menghasilkan sambungan las yang baik, tetapi juga memperoleh data karakteristik material yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan heat pipe untuk lingkungan dengan paparan radiasi.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam FGD adalah perlunya memastikan bahwa spesimen yang digunakan dalam penelitian benar-benar mewakili kondisi aktual konstruksi heat pipe. Oleh karena itu, proses fabrikasi, metode preparasi spesimen, serta teknik pengujian harus dirancang secara cermat agar data yang dihasilkan memiliki validitas ilmiah yang tinggi dan dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan penelitian.
Selain membahas aspek teknis penelitian, kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran pengalaman antara peneliti PNL dan BRIN dalam bidang material teknik, teknologi pengelasan, serta aplikasi material untuk sistem energi. Berbagai masukan yang diperoleh selama diskusi diharapkan dapat memperkuat metodologi penelitian dan meningkatkan kualitas luaran yang dihasilkan.
Melalui kegiatan ini, tim peneliti berharap dapat memperoleh landasan ilmiah yang lebih kuat dalam pelaksanaan penelitian serta memperluas kolaborasi riset dengan BRIN. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi heat pipe tahan radiasi dan mendukung upaya kemandirian teknologi energi berbasis teknologi termal di Indonesia. azwinur
